Minggu, 23 Juni 2013

CATATAN RAHASIA AYAH

 


 



Ayah dan ibu telah menikah lebih dari 30 tahun, saya sama sekali tidak pernah melihat mereka bertengkar.

Di dalam hati saya, perkawinan ayah dan ibu ini selalu menjadi teladan bagi saya, juga selalu berusaha keras agar diri saya bisa menjadi seorang pria yang baik, seorang suami yang baik seperti ayah saya. Namun harapan tinggallah harapan, sementara penerapannya sangatlah sulit.

Tak lama setelah menikah, saya dan istri mulai sering bertengkar hanya akibat hal – hal kecil dalam rumah tangga. Malam minggu pulang ke kampung halaman, saya tidak kuasa menahan diri hingga menuturkan segala keluhan tersebut pada ayah.

Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun ayah mendengarkan segala keluhan saya, dan setelah beliau berdiri dan masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian, ayah mengusung keluar belasan buku catatan dan ditumpuknya begitu saja di hadapan saya. Sebagian besar buku tersebut halamannya telah menguning, kelihatannya buku? buku tersebut telah disimpan selama puluhantahun.

Ayah saya tidak banyak mengenyam pendidikan, apa bisa beliau menulis buku harian? Dengan penuh rasa ingin tahu saya mengambil salah satu dari buku-buku itu. Tulisannya memang adalah tulisan tangan ayah, agak miring dan sangat aneh sekali, ada yang sangat jelas, ada juga yang semrawut, bahkan ada yang tulisannya sampai menembus beberapa halaman kertas. Saya segera tertarik dengan hal tersebut, mulailah saya baca Dengan seksama halaman demi halaman isi buku itu.

Semuanya merupakan catatan hal ? hal sepele, “Suhu udara mulai berubah menjadi dingin, ia sudah mulai merajut baju wol untuk saya.”

“Anak – anak terlalu berisik, untung ada dia.”

Sedikit demi sedikit tercatat, semua itu adalah catatan mengenai berbagai macam kebaikan dan cinta ibu kepada ayah, mengenai cinta ibu terhadap anak? anak dan terhadap keluarga ini. Dalam sekejap saya sudah membaca habis beberapa buku, arus hangat mengalir di dalam hati saya, mata saya berlinang air mata. Saya mengangkat kepala, dengan penuh rasa haru saya berkata pada ayah “Ayah, saya sangat mengagumi ayah dan ibu.”

Ayah menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tidak perlu kagum, kamu juga bisa.”

Ayah berkata lagi, “Menjadi suami istri selama puluhan tahun lamanya, tidak mungkin sama sekali tidak terjadi pertengkaran dan benturan?

Intinya adalah harus bisa belajar untuk saling pengertian dan toleran.

Setiap orang memiliki masa emosional, ibumu terkadang kalau sedang kesal, juga suka mencari gara – gara, melampiaskan kemarahannya pada ayah, mengomel. Waktu itu saya bersembunyi di depan rumah, di dalam buku catatan saya tuliskan segala hal yang telah ibumu lakukan demi rumah tangga ini. Sering kali dalam hati saya penuh dengan amarah waktu menulis kertasnya sobek akibat tembus oleh pena. Tapi saya masih saja terus menulis satu demi satu kebaikannya, saya renungkan bolak balik dan akhirnya emosinya juga tidak ada lagi, yang tinggal semuanya adalah kebaikan dari ibumu.”

Dengan terpesona saya mendengarkannya. Lalu saya bertanya pada ayah, “Ayah, apakah ibuku pernah melihat catatan-catatan ini?”

Ayah hanya tertawa dan berkata, “Ibumu juga memiliki buku catatan. Dalam buku catatannya itu semua isinya adalah tentang kebaikan diriku. Kadang kala dimalam hari,menjelang tidur, kami saling bertukar buku catatan, dan saling menertawakan pihak lain. ha. ha. ha.”

Memandang wajah ayah yang dipenuhi senyuman dan setumpuk buku catatan yang berada di atas meja, tiba – tiba saya sadar akan rahasia dari suatu pernikahan :

“Cinta itu sebenarnya sangat sederhana, ingat dan catat kebaikan dari orang lain. Lupakan segala kesalahan dari pihak lain.”




SUMBER

Senin, 10 Juni 2013

KISAH SEDEKAHNYA PAK SATPAM

 




                                        
 Temen - temen da cerita bagus nih ... semoga bisa kita ambil hikmahny,,, ,,

( TESTIMONI ) KISAH SEDEKAHNYA PAK SATPAM - Al An'am 160: "Setiap amal kebaikan akan dibalas 10 kali lipat dari amalnya." Ketika Yusuf Mansur melintasi di suatu daerah, dia tiba-tiba terbangun dari kursi tengah mobil mewah yang dia naiki. Sambil memperbaiki posisi duduknya, Yusuf berpesan kepada sopir pribadinya untuk singgah sejenak di pom bensin. "Masih penuh ustaz," jawab sopir dengan melihat indikasi tangki bensin. Mendengar jawaban sopir, Yusuf langsung menimpali "Saya kebelet, pengen ke toilet sebentar," katanya sambil melihat sopirnya melalui spion tengah di dalam mobil. Tidak lama melaju, mobil Yusuf singgah di pom bensin. Sambil berjalan cepat, Yusuf menuju pintu toilet yang berada di belakang tempat pengisian bahan bakar. Namun langkah Yusuf terhenti ketika seorang satpam pom bensin berteriak memanggilnya.

Dengan langkah cepat, si satpam mendekati Yusuf dan berkata "Alhamdullilah ketemu ustaz di sini, biasanya cuma di televisi," kata si satpam. Setelah basa-basi, si satpam mengutarakan maksudnya kepada Yusuf, dia mengaku bosan menjadi satpam meski gaji yang didapatnya terbilang cukup besar untuk seukuran satpam daerah.

Si satpam merasa hidupnya tidak banyak berubah. Dia mengeluhkan kehidupannya yang selalu berjalan monoton. Padahal si satpam sudah rajin salat, namun belum juga mendapat perubahan yang lebih baik lagi dari Allah SWT.

Keluh kesah si satpam memutuskan Yusuf untuk mengajaknya duduk di minimarket, dalam kompleks pom bensin. Sambil menikmati kopi sore hari, si satpam menceritakan kisah hidupnya, hingga akhirnya Yusuf bisa menarik sebuah kesimpulan utama. Si satpam menginginkan rizki yang banyak, namun belum banyak waktu untuk mengingat Allah.

Memang si satpam rajin salat lima waktu, namun selalu salat di akhir waktu. Meski menyadari kesalahannya itu, si satpam selalu berkilah dengan memandang semua perbuatan baik adalah ibadah, tanpa melihat prioritas dan waktu dari ibadah itu sendiri.

"Memang bekerja jika dimaknai ibadah juga bisa, semua perbuatan baik jika diniati ibadah juga bisa, tapi jangan lupa untuk memprioritaskan ibadah primer dulu, seperti salat lima waktu. Kamu (si satpam) sholat ashar jam setengah 5 sore, padahal waktu asar jam 3, itu sama halnya kamu meninggalkan Allah sejauh satu setengah jam."

Jika sehari dikali lima, bagaimana dengan sebulan, setahun, atau ketika pertama kali kamu pertama kali balig? Sudah berapa jauh kamu meninggalkan Allah SWT," lanjut Yusuf.

Di akhir pembicaraan di minimarket itu, Yusuf berpesan kepada satpam untuk memperbaiki salatnya. Kemudian menyuruh si satpam untuk bersedekah untuk mempercepat balasan Allah SWT.

"Ini yang sulit ustaz," kata satpam memotong pembicaraan Yusuf. Menurutnya gaji yang diterimanya sebesar Rp 1.700,000 perbulan, sangat pas untuk memenuhi kebutuhan bulanannya, termasuk bayar kontrakan dan cicilan sepeda motor miliknya sebesar Rp 900 ribu perbulannya. Bahkan tidak jarang, si satpam sudah berhutang di kios tetangganya pada pertengahan bulan. "Duit sedekah darimana ustaz?" terangnya.

"Motor kamu saja dijual, nanti uangnya kamu sedekahkan semua. Insya Allah akan cepat dibalas," sahut Yusuf.

Mendengar jawaban Yusuf, si satpam buru-buru mengatakan keberatannya. Sebab tidak mungkin untuknya pergi bekerja tanpa mengendarai sepeda motor.

Akhirnya Yusuf menantang si satpam untuk kasbon, meminta awal gaji bulanannya kepada perusahaan untuk disedekahkan. Awalnya si satpam ragu, namun melihat keseriusan dan janji Allah SWT yang diterangkan Yusuf, membuat si satpam memberanikan diri menghadap atasan.

Setelah permasalahan si satpam teratasi, Yusuf pamit untuk melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda. Sedangkan si satpam, segera bergegas ke ruangan pemimpin untuk mengutarakan maksudnya. Singkat cerita, akhirnya si satpam berhasil meyakinkan atasan untuk kasbon Rp 1.700,000 dan segera menyedekahkannya.

Dengan keyakinan kebenaran janji Allah, si satpam melewati hari demi hari dengan rajin salat wajib tepat waktu dan konsisten melaksanakan salat sunnah. Hingga akhirnya si satpam merasakan manisnya janji Allah ketika dia bertemu dengan orang kaya yang sedang bingung mencari tanah. Tidak banyak peran dia, si satpam hanya bertugas sebagai perantara antara pembeli yaitu orang kaya itu, dengan penjual yang masih tetangganya di kampung.

Tidak membutuhkan waktu berbulan-bulan, Allah persis mengganti sedekahnya dengan melipatkan komisinya sebesar Rp 17.000,000. "Alhamdullilaah," puji si satpam kepada kebesaran Allah SWT.

Kini si satpam tidak lagi meragukan kebenaran janji Allah, bahkan motor kesayangannya dia jual untuk membantu mewujudkan impian ibunya berhaji.

Tidak berhenti sampai di situ, mengetahui si satpam adalah lulusan S1 akuntansi, akhirnya perusahaan mengangkat jabatannya. Kini mantan satpam itu telah menjadi staf keuangan di induk perusahaan yang lebih besar.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak seorangpun yang menyedekahkan hartanya yang halal dimana Allah menerimanya dengan kananNya (dengan baik), walaupun sedekahnya itu hanya sebutir kurma. Maka kurma tersebut akan bertambah besar di tangan Allah Yang Maha Pengasih, sehingga menjadi lebih besar daripada gunung. Demikian Allah memelihara sedekahmu, sebagaimana halnya kamu memelihara anak kambing dan unta (semakin hari semakin besar).” (HR. Muslim).


                                                                                sumber 

Rabu, 22 Mei 2013

Permaninan Melatih Imajinasi Otak Kanan

Otak kanan 

adalah salah satu dari banyaknya bagian belahan otak yang kita miliki.Setiap belahan otak memiliki kelebihan masing-masing.Kita tidak dapat menonjolkan atau melebihkan salah satu bagian saja.Tapi kebanyakan dari apa yang kita lakukan selama ini tidaklah demikian.Aktifitas kerja dan sekolah juga kesibukan kota yang lain sudah merenggut kemampuan luar biasa otak kanan kita.
Memang,kelebihan dari otak kiri ialah berfikir,menganalisa dan mengkritik dan kemampuan memprediksi.Dan semua kemampuan itu memang sangat cocok digunakan di era globalisasi yang menunutut semua kemampuan itu.Tetapi tentu semua itu tidak bisa dijadikan alas an untuk melupakan kemampuan otak kanan.Maka dari itu saya menemukan web yang memberikan sedikit latihan khusus untuk melatih imajinasi anda :
Beberapa cara unik melatih otak kanan :
Saya menemukan sebuah web luarbiasa tentang aktifasi otak kanan...
kalau anda berminat baca secara bertahap dan lakukan latihannya...

Left-handed brushing
Gosoklah gigi dengan tangan kiri pada pagi hari. Untuk sore atau malam hari, tetaplah menggosok gigi dengan tangan kanan. Cobalah dan teruskanlah kebiasaan baru ini setiap hari.
Left-handed writing
Tulislah nama panggilan Anda dengan tangan kiri di atas kertas kosong. Cobalah kebiasaan baru ini minimal 10 kali sehari, minimal selama 14 hari berturut-turut. Niscaya Anda akan menemukan keajaiban, di mana pada hari ke-3 Anda dapat menulisnya dengan sangat mudah.
Left-handed signing
Buatlah tanda tangan Anda dengan tangan kiri di atas sehelai kertas kosong. Cobalah kebiasaan baru ini minimal 10 kali sehari, minimal selama 14 hari berturut-turut. Niscaya Anda akan menemukan keajaiban, di mana 2 dari 10 tanda tangan tersebut menyerupai bentuk aslinya.



Selasa, 21 Mei 2013

KISAH SEPIRING NASI DAN SEGELAS TEH MANIS YANG LUAR BIASA

kisah ini saya dapet dari  kaskus ,,,, ya semoga bisa jadi renungan bagi pembaca,,,, dan bisa di ambil manfaatnya,,,


silahkan dibaca bagus banget untuk renungan.



 

"SAYA BELUM MAKAN SEJAK KEMARIN, TAPI SAYA BELUM DAPAT UANG DARI HASIL CARI SAMPAH DAN SAYA TIDAK MAU MINTA, KARENA SAYA BUKAN PENGEMIS" Tutur seorang bapak tua.


Kisah mengharukan tentang kehidupan seorang tukang sampah di Jakarta ini diceritakan oleh seorang kaskuser yang merupakan pegawai kantor di daerah sana. Sang tukang sampah tidak banyak bicara, namun perilaku beliau sungguh menusuk hati kita semua. Derajat moralnya jauh lebih tinggi daripada moral tokoh-tokoh politik negeri ini yang terlibat kasus korupsi. Mari kita simak kisah nyata singkat tentang seorang Tukang Sampah ini.

Barusan ane istirahat makan di kantor ane, kebetulan kantor ane di daerah yang lumayan 'minus' sih gan.. kalo agan-agan yang ada di Jakarta mungkin tau daerah Stasiun Kota kaya gimana. Banyak pengemis, gelandangan dan orang-orang yang tingkat kehidupannya (maaf) dibawah
kesejahteraan.

Sebelum nyari makan, ane beli rokok dulu gan biar tar abis makan ga bingung nyari rokok.. Ane nyalain satu batang.. Sambil nge-rokok ane jalan buat nyari tempat yang enak buat duduk dan makan. sampe akhirnya ane nemu sebuah tempat yang menurut ane enak dan teduh,ane celingukan soalnya
semua tempat duduk uda dipake orang-orang. Di sela-sela celingukan ane, seorang bapak tua bilang ke ane:

"Silakan pak, disini aja duduk sama saya" katanya.. ane iyain aja gan, meskipun rada panas tapi yang ada cuman disitu doang.. Ane perhatiin bapak itu gan, orangnya uda tua banget, kurus, giginya uda ompong,rambutnya uda putih semua, bawa-bawa tas besar ama kresek isinya plastik-plastik gitu. Dimulailah obrolan ane ama bapak
itu gan.

A : Ane, B : Bapak --------------------------------
A: lagi nunggu apa pak?
B: nggak mas, ini cuma duduk-duduk aja abis cari sampah seharian.. capek..
A: Jalan dari jam brapa pak?
B: dari pagi mas, uda lumayan banyak dapetnya ini..
A: oohhh...

Obrolan sempat brenti bentar gan, ane nikmatin rokok, bapaknya ngerapiin plastik2nya gitu.. Sampe pada akhirnya ane liat si Bapak pijet2in kepalanya gitu sambil hela napas panjang..

A: pusing ya pak? siang2 panas gini emang bikin pusing..
B: (ketawa kecil) iya mas.. agak pusing kepala saya..
A: bapak ngerokok? ini kalau bapak mau..
(sambil ane sodorin rokok ane yang tinggal sebatang)
B: nggak mas makasih, saya nggak ngerokok.. sayang uangnya, mending buat makan daripada beli rokok.. lagian ga bagus juga buat badan.
Dalem ati gw rada tertohok juga gan..
A: iya juga sih pak.. (nginjek rokok ane) Abis itu gw denger suara perut gan.. *kruuuuukk*
gitu. Gw spontan noleh ke arah si bapak.

A: Bapak belum makan pak?
B: (senyum) belum mas, aga nanti mungkin..
A: wah, tar tambah pusing pak?
B: iya mas, saya udah biasa kok..
ga lama, kedengeran lagi bunyi perutnya gan..
A: Bapak beneran ga mau makan pak?
B: iya mas,nanti aja...
gw uda ngerasa kalo bapak ini bukannya ga mau makan gan,tapi beliau ga punya uang buat makan..
A: bentar ya pak, saya ke warung dulu pesen makan..
B: oh.. iya mas, silakan..
ane nyamperin tukang nasi padang terdekat, ane pesen buat ane sendiri ama ane inisiatif beliin nasi ma ayam buat si bapak. Selese pesen, ane bawa tu nasi dua piring ke tempat duduk tadi, trus duduk.. Ane mau langsung ngasi tapi kok ane takut kalo bapaknya salah tangkep ato tersinggung gan, jadi ane akting dikit. Ane pura-pura dapet telpon dari temen ane.

A: (pura2 telpon) yaaah? ga jadi kesini? uda gw beliin
nih... ooohh.. gitu... yauda deh gapapa.. *belaga tutup telpon*
A: wah payah nih temen saya,uda dibelikan makanan ternyata ga jadi..
B: (senyum) ya ga papa mas,dibungkus aja nanti bisa dimakan sore..

A: wah, keburu basi pak kalo nanti sore.. dimakan sekarang pasti ga abis.. gimana ya? mmmm... Bapakkan belum makan siang,ini makanan daripada sayang ga ada yang makan gimana kalo bapak aja yang makan pak? nemenin saya makan sekalian pak..
B: waduh mas, saya ga punya uang buat bayarnya..
A: gapapa pak, makan aja.. saya bayarin dah! saya lagi ulang taun hari ini..(bo'ong)
B: wah.. beneran ga papa mas? saya malu..
A: lho? ngapain malu pak? udah bapak makan aja..
B: iya mas, selamat ulang tahun ya mas..
A: iya pak.. bapak mau mesen minum sekalian nggak? saya mau pesen..
B: nggak mas.. nggak usah.. Ane manggil tukang minuman, ane mesen 2 es teh manis..
B: lho mas? saya nggak pesen.
A: iya pak, saya beli dua.. haus banget soalnya..(ane bo'ong lagi gan) Tanpa gw duga gan, si bapak netes aermatanya.. beliau ngucap syukur berkali kali.. beliau ngomong ke ane..
B: mas, saya makasih sudah dibelikan makanan.. saya belum makan dari kemarin sebetulnya. cuma saya malu mas, saya inginnya beli makan sama uang sendiri karena saya bukan pengemis.. saya sebetulnya lapar sekali mas, tapi saya belum dapet uang hasil nyari sampah..

Ane tertegun denger omongan beliau gan, ga sadar ane ikut ngerasa perih banget dalem ati.. nyesek banget dalem ati ane,ane secara ga sadar hampir netesin aermata.. tapi ane berlagak cool..

A: yauda, bapak makan aja nasinya.. nanti kalau kurang saya pesankan lagi ya pak? jangan malu- malu..

B: (masi nangis) iya mas.. makasih banyak ya mas.. nanti yang diatas yang bales..

A: iya pak makasi doanya.. Akhirnya ane makan berdua ama beliau,sambil cerita-cerita.

Dari cerita beliau ane tau kalo beliau punya dua anak, yang atu uda meninggal karena kecelakaan. yang atunya uda pergi dari rumah ga pulang-pulang udah 3tahun. istri beliau uda meninggal kena kanker tahun lalu. dan parahnya lagi rumahnya diambil ama orang kredit gara-gara ga bisa ngelunasin uang pinjaman buat ngobatin istrinya.. Miris banget ane dengerin cerita beliau gan, sebatang kara, ga punya rumah, anaknya durhaka, jarang makan.. malah beliau crita pernah dipalak preman waktu mulung di jakarta..

Rasanya ane beruntung banget ama kondisi ane sekarang, ane nyesel pernah ngeluh tentang kerjaan ane, tentang kondisi kosan ane, dsb.. sedangkan bapak ini dengan kondisi yang serba kekurangan masih selalu tersenyum.. rasanya sepiring nasi padang dan segelas es teh yang ane kasi ga setimpal banget ama pelajaran yang ane dapet.. Tadi ane belum ambil uang, jadi ane cuma ngasi seadanya kembalian dari warung padang ke bapak
itu,itupun pake eyel2an dulu ma bapaknya soalnya beliau ga mau dikasi uang. tapi akhirnya dengan sedikit maksa ane kasi uang ke beliau. ane didoain banyak banget ama bapak tadi..

Dan ada satu hal yang bikin ane tercengang waktu mau ninggalin tempat tadi.. sambil jalan ane noleh ke belakang, si bapak udah ga ada.. ane cariin bentar,ternyata si bapak ada di depan kotak amal masjid masukin duit ke dalem kotakan itu! gw makin tersentuh ma beliau.. di tengah-tengah kesulitan yang beliau alami, beliau masi sempet amal! berbagi dengan orang lain..

Ane mewek gan.. ane ngerasa kecil banget sebagai manusia.. ane ngerasa ditunjukin sesuatu yang bener-bener hebat! Ane berdoa semoga bapak itu dilancarkan segala urusannya, diberi kemudahan dan rejeki berlimpah, dan selalu berada dalam lindungan Tuhan.





sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/518765aadb92481d1700000c/kisah-sepiring-nasi-dan-segelas-teh-manis-yang-luar-biasa/


Cara Mendidik Anak + Kisah Inspiratif

 FOTO 4x6 DI SAKU BAJU MU NAK.....

Seperti hari-hari kemarin,Tetap saja ada perasaan sedih yang menghantui relung hati Hamzah. Ayah berumur 29 tahun itu terlihat sering murung. Sedihnya Hamzah, bukan karena
persoalan besar, bukan juga permasalahan ekonomi keluarga. Namun, kesedihannya karena satu pertanyaan yang dilontarkan pemateri ketika mengikuti acara Smart Parenting. ”Bagaimana caranya untuk mengetahui kalo anak berumur 1-5 tahun menyayangi orang
tuannya” ? Ya, pertanyaan itulah yang manjadi beban pikiran dirinya saat ini. Meskipun juga Hamzah mengakui kalo dirinya bukanlah ayah yang baik. Marah adalah hal yang wajar
terjadi. Namun, marah ketika terlihat oleh anak berusia 2 tahun adalah perkara yang berbahaya untuk perkembangan emosionalnya. Dan Hamzah mengakui hal itu. Mulai hari itu
ia bertekad untuk menjadi ayah yang lebih baik lagi untuk anaknya.
Mulai saat itu, setiap hari Hamzah pulang kantor dengan tergesa-gesa. Sebab hanya satu tujuannya. Bagaimana mendapatkan jawaban dari Ridwan anaknya ! Bermain dan
bercengkerama dengan anaknya lebih lama adalah solusi yang tepat untuk mendapatkan jawaban kata ”Iya”. Hari itu Hamzah membeli bola berukuran besar. Lebih besar dari ukuran
tubuh Ridwan. Mereka bermain lebih lama. Hamzah rela menjadi penjaga gawang yang
berpura-pura
mengundang tawa Ridwan. Hingga mereka letih bermain. Hamzah mengajak Ridwan duduk
sebentar.

Hamzah mengambikan segelas air minum yang akan diminum berdua. Pikiran Hamzah, Ini saat yang tepat menanyakannya. ”Nak, Ridwan sayang sama abi ga ?” Kali ini
Ridwan menatap wajah Hamzah. Hamzah menanti…..tiba-tiba Ridwan berkata ”Abi, ayo main bola lagi !…. Hamzah terdiam, mungkin pertanyaan itu ditanyakan ketika suasana tidak tepat pikirnya. jatuh ketika menangkap bola.Dan itu terjadi berulang-ulang hingga Malam harinya, Hamzah membacakan buku ”Akhlaq Islami” kepada anaknya. Kali ini Hamzah membacanya dengan sabar dan lebih lama dari biasanya. Malam itu 9 buku
dibacanya sampai habis. Hingga ketika anaknya terlihat mengantuk, Hamzah berinisiatif untuk menyeka punggung Ridwan. Ketika usapan demi usapan dilakukannya, terbesit
keingginan untuk menanyakan kepada anaknya ”Nak, Ridwan sayang ka sama abi?”… Ridwan terdiam, ternyata Ridwan keburu tidur sebelum ditanya. Hmm….biarlah, mungkin ia
letih bermain tadi siang. Sambil mengusap punggung, dipandanginya wajah anaknya. Hamzah berkata di telingga anaknya. ”Nak, maafkan abi jika ternyata abi bukanlah ayah yang
baik untukmu. Hingga engkau sulit mengatakan kata ”Iya”. Tapi biarlah, abi akan berusaha menjadi ayah yang baik”.
Malam pun berlalu, tanpa jawaban yang diimpikannya….

Sepulang shalat subuh, dompetnya berserakan! Ridwan ternyata telah bangun ketika Hamzah ke masjid. Foto dan tanda pengenal berceceran kemana-mana. Dengan sabar
Hamzah mengambilnya dan memperbaikinya kembali. Hamzah berkata ke anaknya”Jangan dibuka dompet abi ya, disini banyak tanda pengenal yang penting. Nanti kalo hilang
bagaimana ? ” Ridwan mengangguk tanda setuju. ”Oke! Ayo kita toss dulu” kata Hamzah. Dan Ridwan pun mengangkat dan membuka jarinya untuk toss dan tersenyum.
”Ok ummi, ayo berangkat” kata Hamzah. Waktu menunjukkan pukul 06.50. eh,ternyata Ridwan tak mau ganti baju. Bajunya yang dipake tidur tidak mau digantinya. Baju


bermotif mobil traktor dengan saku di depan itu terlihat kumal. Tapi Ridwan tetap tak mau ganti baju. Bahkan sampai menangis ketika bajunya mau dilepas. Karena takut terlambat ke kantor, maka biarlah Ridwan tidak mandi dan tak mau ganti baju.
Sore itu, Hamzah pulang tak lagi tergesa-gesa. Toh Ridwan tak menunjukkan itikad mengucapkan kata-kata ”Iya” untuk dirinya. Maka kali ini Hamzah melakukan aktifitas seperti biasa. Menjemput Ridwan di rumah nenek yang ternyata memakai baju yang sama
dengan baju tadi pagi. Kata nenek ”Ridwan ngak mau ganti baju, dia jingkar ( Menangis hebat ) kalo bajunya mau dilepas”
Malam itu Hamzah tak ingin bermain bola bersama anaknya. Hamzah menggiring Ridwan untuk tidur lebih awal. Maka diiringilah tidur Ridwan dengan tilawah.Setelah
terlelap tidur. Hamzah meminta istrinya untuk mengganti baju Ridwan yang kumal karena besok pagi giliran Hamzah yang mencuci baju.
Sepulang shalat subuh, Ridwan belum bangun. Tumpukan baju satu persatu dicucinya. Hingga tiba pada baju bermotif traktor Ridwan. Baju yang dipake seharian. Ketika
mencuci, Hamzah menemukan foto 4×6 dirinya di saku baju Ridwan…Dan hal itulah yang membuat Ridwan tersenyum dan berkata dalam hati ”Tak usahlah engkau berkata ”Iya” Nak.
Abi sudah tahu jawabannya”……






Mendidik Anak.....



 Anak-anak Belajar Dari Kehidupannya jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan hinaan ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan toleransi ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dorongan ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan pujian ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan sebaik-baik perlakuan ia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan rasa aman ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dukungan ia belajar menyenangi dirinya
Jika anak dibesarkan kasih sayang dan persahabatan ia belajar menemukan cinta dalam kehidupannya





Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/519a180b3c118e1f3e000009


100 Pelajaran Hidup Paling Mendasar yang Perlu Kita Ketahui


1. Buatlah rasa bahagia menjadi sebuah prioritas.

2. Travel; lihatlah tempat-tempat di dunia sebanyak yang anda bisa.

3. Belajarlah bermain musik.

4. Hiduplah sederhana atau tidak melebihi kemampuan keuangan anda.

5. Maafkan diri anda sendiri. Maafkan orang lain. Demi kepentingan anda sendiri.

6. Belajarlah berenang.

7. Jangan menunda keceriaan.

8. Ambillah tanggung jawab terhadap hidup anda.

9. Ingatlah kata-kata Henry Ford : ”Apakah anda berpikir bisa atau anda berpikir anda tidak bisa, anda benar.” – maksudnya bisa dan tidak bisa ada di tangan anda sendiri.

10. Tetapkan target yang S.M.A.R.T (Specific, Measurable, Attainable, Realistic and Timely)

11. Buatlah target yang kecil untuk jangka pendek dan target yang besar untuk jangka panjang.

12. Bayarlah keperluan anda pribadi pertama-tama, kemudian menabunglah minimal 10% dari penghasilan anda.

13. Ingatlah bahwa selalu ada 2 sisi untuk setiap peristiwa.

14. Sisihkan 5% dari penghasilan anda pada yang kurang beruntung.

15. Jangan melakukan pinjaman/hutang yang buruk

16. Buatlah definisi anda sendiri tentang kesuksesan

17. Jauhkan diri anda dari rokok, minuman beralkohol dan obat-obatan.

18. Ada istilah dalam bahasa Inggris : 4 R – Reduce, Reuse, Recycle, Recover.

19. Ikuti aturan emas : perlakukan orang lain sebagaimana anda ingin diperlakukan.

20. Berolah raga secara teratur.

21. Konsumsi makanan-makanan yang sehat.

22. Belajarlah cara-cara melakukan pertolongan pertama.

23. Kuasai minimal 1 bahasa asing.

24. Jadilah ahli / expert untuk suatu hal.

25. Tulislah sebuah buku, atau minimal artikel.

26. Perlakukan dengan baik anak-anak maupun binatang.

27. Kenalilah sejarah dasar dan geografi – dalam hal ini Indonesia.

28. Bangunlah kecerdasa emosi anda.

29. Taruhlah kotak pertolongan pertama, baik di rumah maupun mobil anda.

30. Periksakan kesehatan badan anda secara teratur.

31. Belajarlah menerima pujian.

32. Belajarlah menerima kritikan.

33. Jadilah diri anda sendiri.

34. Jangan mengambil tindakan ketika anda emosi / marah.

35. Pilihlah pasangan hidup anda dengan hati-hati; kebahagian hidup anda kelak banyak berasal dari keputusan anda yang satu ini.

36. Kekhawatiran adalah hal yang membuang-buang waktu.

37. Jangan mengendarai kendaraan ketika anda sedang mabuk.

38. Jangan pernah menyerah.

39. Minumlah banyak air putih.

40. Belajarlah sesuatu hal yang baru setiap hari.

41. Teruslah merasa bersyukur atas hal-hal yang anda terima.

42. Jangan bergosip.

43. Belarlah mengenai manajemen waktu sebaik-baiknya

44. Ikuti naluri anda.

45. Akuilah terhadap orang –orang yang membantu anda.

46. Temukan mentor.

47. Bacalah buku setiap hari.

48. Antusias juga terhadap kesuksesan orang lain sebagaimana anda merasakan kesuksesan anda sendiri.

49. Jangan menunda.

50. Buatlah daftar/list hal-hal yang harus anda lakukan.

51. Banyaklah tersenyum, juga tertawa.

52. Akuilah kesalahan anda.

53. Tetaplah mendapat informasi, apakah dengan membaca koran atau melihat berita di tv (informasi dan berita yang positif lho … :) ).

54. Meditasi. Aturlah waktu untuk menyendiri dan hening setiap hari.

55. Rapi dan teraturlah dengan hidup anda.

56. Jangan membeli barang karena barang tersebut sedang sale, padahal anda tidak terlalu membutuhkannya

57. Hargai teman-teman dan keluarga anda.

58. Pujilah orang lain jika ada kesempatan.

59. Jangan membawa diri anda terlalu serius.

60. Jika mengalami saat-saat yang sulit, ingatlah pesan “badai pasti berlalu”.

61. Jika sesuatu tidak berjalan dengan baik, ingatlah bahwa beberapa hal terlihat buruk pada saat pertama kali.

62. Ingatlah selalu bahwa kesalahan adalah batu loncatan untuk sukses. Jadi jangan takut untuk gagal.

63. Milikilah rencana.

64. Pilihlah teman-teman anda dengan bijak: 80% pengalaman hidup anda  entah itu baik atau buruk datang dari orang-orang yang sering bersama anda.

65. Jadilah luar biasa.

66. Bertekunlah.

67. Ketahuilah kapan anda harus memotong kerugian anda (cut your losses).

68. Lakukan pekerjaan anda dengan sebaik-baiknya.

69. Ingatlah bahwa hidup bukanlah sebuah gladi.

70. Jika anda tidak mengetahui jawabannya, katakanlah demikian; kemudian anda pergi dan cari jawabannya.

71. Ingatlah bahwa satu-satunya hal konstan di dunia ini adalah perubahan.

72. Mintalah apa yang anda inginkan.

73. Buatlah nilai tambah untuk orang lain.

74. Terapkan leverage. Leverage dapat diartikan menghasilkan lebih banyak dengan sumber daya yang tetap atau lebih sedikit.

75. Bangunlah banyak sumber penghasilan, jangan mengandalkan 1 penghasilan saja.

76. Jadilah bos untuk anda sendiri : mulailah miliki bisnis pribadi.

77. Jangan tidak menepati janji, entah itu pada orang lain maupun pada diri sendiri.

78. Ujilah keyakinan anda dan tanyalah pada diri anda sendiri apakah yang anda yakini tersebut telah berjalan dengan semestinya (Maksudnya bukan keyakinan terhadap Sang Pencipta, namun misalkan keyakinan terhadap pekerjaan anda, teman wanita/pria anda, dll.).

79. Rasakan ketakutan yang anda hadapi, namun tetap lakukan hal tersebut.

80. Jangan khawatir terhadap apa yang orang-orang pikirkan terhadap anda.

81. Dengarkanlah nasihat orang lain, namun tetap buat keputusan di tangan anda sendiri.

82. Rubahlah sesuatu yang bisa anda rubah dan terimalah sesuatu yang tidak bisa anda rubah.

83. Bangunlah kreativas anda.

84. Latihlah kemampuan anda untuk lebih banyak mendengarkan.

85. Putuskan apa yang anda inginkan.

86. Fokuslah pada hal yang anda inginkan dibanding memikirkan hal-hal yang tidak anda inginkan.

87. Mulailah segera; setiap perjalanan selalu dimulai dengan langkah pertama.

88. Bersenang-senanglah.

89. Setiap kali anda jatuh, bangkitlah kembali. Orang sukses hanya bangkit 1 kali lebih banyak dari orang gagal.

90. Kejarlah mutu/keunggulan, bukan menjadi perfectionist.

91. Belajarlah untuk hidup di masa sekarang, bukan di masa lalu atau masa depan.

92. Pro aktif.

93. Pilihlah ‘perang’ anda dengan bijak.

94. Jangan berdebat soal keterbatasan anda.

95. Belajarlah melihat hal-hal luar biasa pada hal-hal yang biasa.

96. Coba dengarkan nasihat dari Eleanor Roosevelt : ”Tidak ada orang yang dapat memandang rendah anda tanpa seijin anda.”

97. Temukan pekerjaan yang anda cintai.

98. Ingatlah pepatah: ”anda menangkap lebih banyak lalat dengan madu.”

99. Miliki pengetahuan tentang keuangan.

100. Isilah hidup anda dengan cinta. 

 

 

Sumber : http://www.akuinginsukses.com/100-pelajaran-hidup-paling-mendasar-yang-perlu-anda-ketahui/

Senin, 20 Mei 2013

Cara Mengendalikan Pikiran

 
Pikiran tidak mudah untuk dikendalikan. Pikiran kadang suka memunculkan ide yang sangat ingin kita kubur dalam-dalam. Sebaliknya, pikiran juga seringkali menyembunyikan informasi yang ingin kita gali. Banyak orang mengalami masalah dalam hidupnya karena ketidakmampuan mengendalikan pikiran. Masalah fisik juga sering berkaitan dengan pikiran. Saat pikiran sehat, tubuh akan menjadi lebih kuat. Namun saat pikiran sakit, tubuh bisa menjadi lemah tak berdaya. Berikut ini adalah beberapa cara mengendalikan pikiran:
  1. Belajarlah untuk menangkap pikiran-pikiran tidak menentu yang sering muncul. Hal ini tidak bisa dilakukan satu atau dua kali saja. Dengan tekad yang kuat, anda bisa mengontrol pikiran tersebut dan membuatnya tunduk kepada anda.
  2. Mengendalikan pikiran terkadang susah untuk dilakukan. Anda harus memulainya dengan “menyadari” pikiran tersebut. Sekarang duduklah di tempat yang tenang. Tutup mata anda dan sugestikan kepada diri anda “Saya sedang menyaksikan pikiran ini berkelana. Pikiran ini bukan saya”. Anda harus belajar mengidentifikasikan pikiran tersebut bukan anda. Sugestikan bahwa anda memiliki posisi yang lebih lebih tinggi dari pikiran tersebut!  Di saat anda membayangkan pikiran tersebut sedang berkelana, sesekali bayangkan ia berubah menjadi kolam yang tenang. Jika anda tidak bisa lama-lama membayangkannya, biarkan pikiran tersebut kembali berkelana dan sesekali bayangkan kembali kolam tersebut. Inti dari latihan ini adalah tidak memaksakan kehendak pada pikiran. Artinya anda tidak harus mengeluarkan tenaga untuk bisa mengendalikan pikiran. Dengan semakin sering melakukan ini, perlahan-lahan anda akan berhasil menjinakkan pikiran anda, seperti “kuda liar” yang sudah menemukan majikan kesukaannya.
  3. Pikiran akan menjadi lebih mudah dikendalikan jika anda melatihnya setiap hari. Pada satu kesempatan anda akan bisa merasakan pikiran hanya tertuju pada satu titik saja, tidak lagi berkelana kemana-mana.
  4. Pikiran akan lebih mudah dikendalikan dengan ajaran-ajaran yang baik. Jika hidup kita dipenuhi dengan rasa iri, dengki, marah, dan cemas, maka pikiran akan sulit dikendalikan. Oleh sebab itu pelajarilah hal-hal positif dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Lalu bagaimana jika pikiran yang aneh mulai muncul saat anda sudah berhasil mengendalikan pikiran? Ide-ide seperti ini akan selalu muncul saat anda belajar untuk mengendalikan pikiran. Pikiran bukan robot yang bisa dikontrol dengan menekan tombol A atau B. Bahkan saat anda sudah berada pada kesadaran tertinggi, pikiran negatif mugkin saja datang. Jika hal ini terjadi, kembali ke poin sebelumnya, sugestikan bahwa “Pikiran ini bukan saya. Saya lebih tinggi dari pikiran”.
  6. Belajarlah untuk mengontrol keinginan. Misalnya anda merupakan tipikal orang yang boros, setiap melihat barang bagus selalu ingin membeli. Belajar untuk melawan keinginan tersebut. Jika anda lebih kuat dari pikiran, maka seberapa besarpun keinginan yang muncul, anda pasti bisa mengendalikannya. Ini bukan permainan, jadi lakukanlah secara serius. Jika anda kalah pada tantangan pertama, tantangan berikutnya akan lebih sulit lagi. Jika anda mampu dikalahkan oleh hasrat anda, maka anda akan kembali dikendalikan oleh pikiran.
  7. Sedikit bicara, banyak bekerja. Pokoknya nanti malam saya harus bisa mengerjakan tugas ini hingga selesai. Pokoknya besok saya harus menghindari snack. Pokoknya nanti saya harus berolahraga. Pernah membuat pernyataan seperti ini namun gagal menepatinya? Itu tidak lain karena pikiran masih berkuasa atas diri anda. Saat anda sudah membuat janji pada diri sendiri, belajarlah untuk menepati janji tersebut walaupun pikiran menentangnya dengan sangat kuat. Contoh, besok anda ingin bangun pagi dan jogging di sekitar rumah. Keesokan paginya jam weker berdering tepat pukul 5 pagi. Di tengah kondisi yang setengah sadar, ada 2 hal yang mungkin anda lakukan, pertama mematikan weker kemudian bangun dan jogging, kedua mematikan weker dan melanjutkan tidur. Jika anda melakukan hal kedua, berarti anda sudah dikalahkan oleh pikiran anda. Belajar mengendalikan pikiran dengan tidak memberinya ruang yang cukup untuk berkuasa atas diri anda.
  8. Ulang dan ulang. Sugesti yang terus diulang akan semakin kuat tertanam di dalam pikiran bawah sadar anda. Jika anda ingin mengendalikan pikiran secara penuh, jangan hanya bersemangat di awal-awal saja. Terus lakukan hingga anda berhasil mengontrol pikiran tersebut.



Sumber : http://www.carakomplit.com/psikologi/cara-mengendalikan-pikiran